Selasa, 10 Feb 2026
  • SELAMAT DATANG di Official Site SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Jawa Timur

Mengasah Speaking Skill Lewat Debat: Antusiasme Kelas XII F4 dalam Pembelajaran Discussion Text

Oleh : Luluk Yusni’ah

Pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya bertujuan agar peserta didik memahami tata bahasa dan kosakata, tetapi juga mampu berkomunikasi secara aktif dan percaya diri. Salah satu keterampilan yang perlu terus diasah adalah speaking, karena menjadi kunci dalam menyampaikan gagasan, pendapat, dan argumen secara lisan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pembelajaran debat menjadi strategi yang efektif dan relevan, khususnya pada materi Discussion Text.

Pada hari Senin yang penuh semangat, pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XII F 4 berlangsung dengan suasana yang berbeda. Meskipun berada pada tiga jam terakhir pembelajaran, antusiasme peserta didik tetap tinggi. Pada pertemuan ini, guru menerapkan project debate sebagai bentuk pembelajaran aktif yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan berbicara menggunakan Bahasa Inggris.

Mosi debat yang diangkat adalah:

“This House believes that Indonesia’s online market place regulation will harm small businesses

Tema ini dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga mereka lebih mudah memahami isu, membangun argumen, dan mengaitkannya dengan realitas di sekitar.

Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim pro dan tim kontra. Setiap kelompok diberikan waktu sekitar 40 menit untuk menyusun argumen, menentukan strategi, serta membagi peran Speaker 1, Speaker 2, dan Speaker 3. Pada pelaksanaan debat, masing-masing speaker menyampaikan argumen utama, tanggapan, dan penguatan pendapat sesuai dengan perannya, seluruhnya menggunakan Bahasa Inggris.

Melalui pembelajaran debat ini, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis (critical thinking), menyampaikan pendapat secara logis, serta berani berbicara di depan umum. Selain itu, kegiatan debat juga menumbuhkan sikap kerja sama, kebersamaan, dan saling menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi.

Suasana kelas selama kegiatan debat berlangsung sangat hidup. Peserta didik terlihat aktif, percaya diri, dan antusias dalam menyampaikan argumen maupun menanggapi pendapat lawan. Bahkan peserta didik yang biasanya pasif mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara dan berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dirancang secara kontekstual dan menantang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik secara signifikan.

Pembelajaran debat pada materi Discussion Text tidak hanya meningkatkan kemampuan speaking, tetapi juga membantu peserta didik mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di masa depan.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR