Oleh : Yupiter Sulifan
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari bukan sekadar momentum seremonial bagi insan pers, melainkan juga pengingat pentingnya peran media dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di tengah derasnya arus informasi digital, semangat pers justru perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui penguatan media massa di lingkungan sekolah.
Sekolah sejatinya memiliki posisi strategis sebagai ruang awal pembelajaran literasi. Kehadiran majalah sekolah, majalah dinding (mading), podcast, hingga media sosial resmi sekolah dapat menjadi sarana konkret bagi siswa untuk belajar mengenal dunia pers dan komunikasi secara sehat, etis, dan bertanggung jawab.
Majalah sekolah, misalnya, bukan hanya kumpulan tulisan, tetapi cermin denyut kehidupan sekolah. Di dalamnya, siswa belajar menyusun berita, menulis opini, melakukan wawancara, hingga menyunting naskah. Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan kepekaan terhadap peristiwa di sekitarnya. Sementara itu, mading yang sering dianggap media konvensional justru tetap relevan sebagai ruang ekspresi cepat dan visual, sekaligus penggerak budaya baca di sekolah.
Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru. Podcast sekolah dapat menjadi media alternatif yang digemari generasi muda. Melalui podcast, siswa belajar berbicara terstruktur, menyampaikan gagasan, berdiskusi, serta membangun keberanian berpendapat. Tak kalah penting, media sosial sekolah berperan sebagai etalase digital yang menampilkan prestasi, aktivitas, dan nilai-nilai positif sekolah kepada masyarakat luas.
Menghidupkan kembali media massa sekolah tidak hanya berdampak pada branding sekolah, tetapi juga berfungsi sebagai wadah belajar berkomunikasi siswa. Di dalam prosesnya, siswa belajar etika bermedia, memilah informasi, menghindari hoaks, serta memahami tanggung jawab atas setiap konten yang dipublikasikan. Nilai-nilai ini selaras dengan semangat pers yang menjunjung tinggi kebenaran, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum tepat bagi sekolah untuk merefleksikan kembali peran media internal sebagai laboratorium pembelajaran literasi dan komunikasi. Dengan pendampingan guru dan dukungan manajemen sekolah, media massa sekolah dapat tumbuh menjadi ruang kreatif yang mendidik, inspiratif, dan relevan dengan zaman.
Pada akhirnya, menumbuhkan gairah bermedia di sekolah berarti menyiapkan generasi muda yang melek informasi, terampil berkomunikasi, dan berkarakter. Inilah kontribusi nyata dunia pendidikan dalam merawat semangat pers demi masa depan bangsa.
Komentar Terbaru