



sekolah tidak menjadi alasan bagi pendidik untuk berhenti belajar. Justru pada masa jeda pembelajaran, para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) memanfaatkannya sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas diri agar semakin siap memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Semangat tersebut tampak dalam kegiatan Motivasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan bertajuk “Menjadi Pelita yang Tak Pernah Padam” yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Ki Hajar Dewantara SMAN 1 Taman (SMANITA), Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Coach Sahid Sumitro, M.M., M.Psi., CPC., CBC., seorang motivator, trainer, dan professional coach asal Surabaya yang telah mengantongi sertifikasi internasional dari International Coaching Federation (ICF).
Kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMANITA tersebut berlangsung penuh semangat, interaktif, dan inspiratif serta dipenuhi canda tawa. Melalui berbagai refleksi, pengalaman, serta pendekatan coaching, peserta diajak untuk kembali menemukan makna profesi sebagai pendidik sekaligus menguatkan komitmen dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, M.Pd., menegaskan bahwa masa libur sekolah bukan berarti guru berhenti belajar. Sebaliknya, inilah saat yang tepat bagi guru untuk terus bertumbuh.
“Ketika siswa libur, guru bertumbuh. Bertumbuh bisa di mana saja karena semua tempat pada dasarnya adalah sumber ilmu,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap upaya yang dilakukan guru dalam mempersiapkan pembelajaran sejatinya merupakan cahaya yang akan menerangi masa depan peserta didik.
“Apapun yang kita siapkan untuk murid adalah seperti pelita yang tak pernah padam,” pesannya di hadapan seluruh peserta.
Sementara itu, Coach Sahid Sumitro mengajak seluruh peserta untuk memandang profesi pendidik sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan. Menurutnya, guru yang mampu menjaga semangat, energi positif, dan kebahagiaan akan lebih mudah menginspirasi peserta didik.
Melalui pendekatan coaching, ia mengajak peserta melakukan refleksi terhadap tujuan hidup, nilai-nilai yang dimiliki, serta alasan mengapa memilih profesi sebagai pendidik. Guru, menurutnya, perlu terus memperbarui semangat agar tidak kehilangan makna dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam sesi motivasi tersebut, Coach Sahid memperkenalkan konsep “Kerja Bahagia, Pelita Terus Menyala” sebagai fondasi membangun budaya kerja positif di lingkungan sekolah. Filosofi tersebut mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga keseimbangan hidup melalui tiga pilar utama, yaitu Sehat, sebagai modal utama dalam berkarya; Kaya, bukan semata-mata bermakna materi, tetapi kaya ilmu, pengalaman, relasi, dan kebermanfaatan; serta Bahagia, yaitu menikmati setiap proses pengabdian sehingga pekerjaan menjadi ladang amal sekaligus sumber kebahagiaan.
Untuk bisa menjadi pelita yang tidak pernah padam perlu harus bahagia, untuk bahagia kita harus tersenyum/tertawa, dibelai/dipeluk
bergerak dan bernyanyi. “Diusahakan jangan menyanyi yang sedih karena setiap ucapan dan yang kita pikirkan akan mudah terjadi,” pesannya.
Menemukan alasan bekerja dan harus menemukan motivasi, kenapa harus bekerja serta membahagiakan orang lain ini juga menjadi bahan bakar bagi pelita agar tidak padam. Mengingat, guru itu profesi yang sangat mulia maka pesan beliau : Ilmu tidak bisa merubah hidupmu, tapi dengan praktek ilmu yang dipelajari maka akan bisa merubah hidupmu.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, refleksi, dan berbagai aktivitas yang membangkitkan motivasi. Gelak tawa, tepuk tangan, hingga momen perenungan menjadi bagian dari perjalanan peserta dalam menemukan kembali semangat mengabdi sebagai insan pendidik.
Melalui kegiatan ini, SMANITA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh warga sekolah. Sebab, sekolah yang hebat tidak hanya lahir dari peserta didik yang terus belajar, tetapi juga dari guru dan tenaga kependidikan yang tidak pernah berhenti bertumbuh.
Ketika semangat belajar terus menyala di hati para pendidik, cahaya pengabdian akan terus menerangi perjalanan peserta didik menuju masa depan yang lebih baik. Seperti tema yang diusung pada kegiatan ini, para guru diharapkan senantiasa menjadi pelita yang tak pernah padam, terus memberi terang, menginspirasi, dan menyalakan harapan bagi setiap generasi yang mereka dampingi.
Komentar Terbaru