Rabu, 29 Apr 2026
  • SELAMAT DATANG di Official Site SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Jawa Timur

6 Karakter Manusia Indonesia dalam Karikatur

Indonesia merupakan sebuah negara dengan ragam terbesar, baik alam hingga manusianya. Dalam keragamannya, manusia Indonesia memiliki ciri atau sifat yang melekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mereka. Setidaknya hal tersebut yang hendak disampaikan Mochtar Lubis dalam pidato kebudayaan yang diadakan di Taman Ismail Marzuki pada 6 April 1977 silam.

Mochtar Lubis sendiri merupakan seorang wartawan dan pengarang.  Dalam pidato kebudayaannya itu, setidaknya terdapat enam ciri manusia Indonesia yang Mochtar Lubis sampaikan. Jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, apakah keenam ciri Manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis masih berlaku? Berikut konsep karikatur yang bisa digunakan untuk menggambarkan enam karakter manusia Indonesia menurut sastrawan Mochtar Lubis (Pidato Kebudayaan 1977).

1. Hipokrit (Munafik)

Sering menampilkan perilaku yang berbeda antara perkataan dan perbuatan (seperti sikap “Asal Bapak Senang”).

Konsep Karikatur : Tokoh memakai dua topeng: satu tersenyum di depan publik, satu wajah asli yang cemberut atau marah di belakang.
Tangannya berjabat tangan, tetapi di belakang jari menyilang tanda tidak tulus.
Pesan Visual : Menggambarkan perilaku berkata baik di depan, tetapi berbeda dalam tindakan.
Caption singkat : “Di depan ramah, di belakang berbeda arah.”

2. Segan / Tidak Bertanggung Jawab
Cenderung melempar tanggung jawab atas kesalahan atau perbuatannya kepada orang lain.

Konsep Karikatur : Beberapa orang berdiri melingkar sambil saling menunjuk orang lain.
Di tengah ada dokumen bertuliskan “Tanggung Jawab” yang tidak ada yang mau mengambil.
Pesan Visual : Menunjukkan budaya melempar tanggung jawab dan enggan mengambil keputusan.
Caption: “Bukan saya… dia saja yang lebih cocok.”

3. Feodal
Masih memiliki perilaku feodal, yaitu tunduk pada kekuasaan atau atasan dan cenderung membiarkan penguasa bertindak semena-mena.

Konsep Karikatur: Seorang atasan duduk di kursi seperti singgasana raja.
Bawahan membungkuk berlebihan, bahkan ada yang membawa kipas atau map seperti persembahan.
Pesan Visual: Mengkritik budaya hierarki berlebihan dan kultus jabatan.
Caption: “Jabatan kadang diperlakukan seperti kerajaan.”

4. Percaya Takhayul
Kuatnya kepercayaan pada hal-hal mistis atau tahayul, sering mengaitkan kejadian dengan hal tidak logis.

Konsep Karikatur: Tokoh hendak mengambil keputusan penting tetapi malah bertanya pada peramal atau dukun.
Banyak simbol: kucing hitam, angka 13, jimat.
Pesan Visual : Menggambarkan kecenderungan lebih percaya mitos daripada rasionalitas.
Caption: “Logika kalah oleh rasa takut.”

5. Artistik
Memiliki jiwa seni yang tinggi, berbakat seni, dan kreatif.

Konsep Karikatur: Tokoh dikelilingi alat musik, kuas lukis, tari, dan batik.
Warna cerah dan ekspresif.
Pesan Visual: Menunjukkan sisi positif masyarakat Indonesia yang kreatif dan kaya seni.
Caption: “Di tengah segala kekurangan, seni tetap hidup.”

6. Lemah Watak / Karakter
Karakternya dinilai mudah goyah, mudah terbawa arus, dan sulit berpegang teguh pada prinsip. 

Konsep Karikatur: Tokoh seperti dahan yang mudah tertiup angin.
Setiap orang yang lewat memberi pendapat dan tokoh itu langsung berubah sikap.
Pesan Visual: Menggambarkan mudah terpengaruh dan tidak teguh prinsip.
Caption: “Arah berubah sesuai angin.”

Pandangan Mochtar Lubis ini bertujuan untuk mengkritik dan mengajak masyarakat agar waspada terhadap sifat-sifat negatif tersebut. Dan apakah ada diantara enam karakter tersebut pada diri Anda?

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR