Gerakan sekolah bebas plastik di Jawa Timur bukan sekadar wacana. Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui berbagai langkah nyata di lingkungan satuan pendidikan.
Hal itu terlihat saat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, DR. Aries Agung Paewai, S.STP., MM., melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Taman pada Kamis (3/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pak Aries tidak hanya meninjau kondisi sekolah, tetapi juga melihat secara langsung penerapan budaya ramah lingkungan yang dijalankan warga sekolah.
Dalam dialog bersama para siswa, Aries menanyakan berbagai hal terkait kegiatan sekolah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). beliau ingin mengetahui sejauh mana para siswa memahami dan merasakan manfaat program tersebut.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap kebiasaan ramah lingkungan yang diterapkan di sekolah, terutama dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Menurut Pak Aries, gerakan sekolah bebas plastik harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari oleh warga sekolah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Pak Aries memberikan tumbler kepada beberapa siswa yang diketahui belum memilikinya. Pemberian tumbler itu diharapkan dapat mendorong siswa untuk membiasakan diri membawa botol minum sendiri sehingga dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Gerakan mengurangi sampah plastik harus dimulai dari sekolah. Jika para siswa sudah terbiasa membawa tumbler dan mengurangi plastik, maka kebiasaan baik ini akan terbawa hingga di rumah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa program sekolah ramah lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur benar-benar dijalankan di lapangan. Melalui keterlibatan aktif siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, gerakan sekolah bebas plastik diharapkan dapat menjadi budaya positif yang terus berkembang di berbagai sekolah di Jawa Timur.
Foto-foto : Widyana
Komentar Terbaru