Dukungan terhadap program SIKAP (Sekolah Inovatif, Ketahanan Pangan) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ke SMA Negeri 1 Taman (SMANITA), Senin (12/10/2026). Tidak sekadar memberikan sambutan, Mendikdasmen juga terlibat langsung dalam aksi menanam pohon bersama guru dan murid di lapangan dome SMANITA sebagai bentuk nyata program SIKAP.
Kegiatan penanaman pohon diawali setelah Mendikdasmen menyampaikan kata sambutan di aula Grha Smanita. Selanjutnya, beliau menuju lapangan dome untuk mengikuti program SIKAP yang menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Berbagai jenis tanaman buah dan sayuran ditanam dalam kegiatan tersebut. Mendikdasmen menanam pohon buah rukem, sementara Bu Dewi menanam jambu kristal. Pak Aries dan Pak Kiswanto turut berpartisipasi dengan menanam pohon jeruk dan srikaya.
Aksi ini semakin semarak dengan keterlibatan sekitar 60 murid SMANITA. Secara bersama-sama, mereka menanam tanaman terong dan tanaman cabai. Total pohon yang ditanam sekira 81 pohon. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi murid untuk mengenal proses budi daya tanaman, merawat lingkungan, serta memahami pentingnya kemandirian pangan.
Setelah kegiatan penanaman, Mendikdasmen melanjutkan kunjungan dengan melihat hasil budi daya ikan lele yang dikelola warga SMANITA. Budi daya tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan.
Penanaman pohon buah, sayuran, dan budi daya ikan lele menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Murid tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan ketersediaan pangan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan implementasi nilai-nilai yang sejalan dengan program SIKAP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui pemanfaatan lahan sekolah untuk menanam dan membudidayakan pangan, sekolah dapat menumbuhkan kebiasaan produktif, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kunjungan Mendikdasmen ke SMANITA pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa penguatan pendidikan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan hidup. Melalui kegiatan sederhana tetapi bermakna seperti menanam pohon, merawat sayuran, dan membudidayakan ikan lele, sekolah turut mempersiapkan generasi muda yang peduli lingkungan dan memahami pentingnya ketahanan pangan.
SMANITA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Komentar Terbaru