Matematika tidak lagi melulu soal rumus rumit di atas kertas. Melalui inovasi pembelajaran bertajuk ART-MATIKS, murid kelas XI F1 SMA Negeri 1 Taman diajak mengeksplorasi konsep transformasi fungsi matematika dengan cara yang unik dan kreatif, yaitu meredesain motif batik khas Sidoarjo menggunakan teknologi Generative AI.
Inovasi berbasis Project-Based Learning (PJBL) ini mengintegrasikan matematika, seni, teknologi, dan kearifan lokal. Siswa diajak mempelajari berbagai fungsi matematika (seperti fungsi kuadrat, trigonometri, hingga lingkaran) melalui visualisasi bentuk motif batik lokal, seperti Udang Bandeng, Burung Merak, dan Beras Wutah. Dengan bantuan aplikasi web ART-MATIKS, murid terlebih dahulu melatih logika matematikanya melalui simulator interaktif. Parameter matematika yang dihasilkan dari eksperimen tersebut kemudian dikonversi menjadi prompt terstruktur untuk menghasilkan visualisasi desain batik baru menggunakan generator AI seperti Midjourney, DALL-E, atau Gemini.
Puncak dari kegiatan ini ditutup dengan aksi Gallery Walk, bertempat di ruang kelas XI F1, 2 Oktober 2026 bersamaan dengan perinagtan Hari Batik Nasional. Setiap kelompok memamerkan hasil redesain batik Sidoarjo beserta penjelasan rumus matematika, di balik pembuatannya. “Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan kecakapan digital murid, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah,” ujar Ibu Ika Yunita sang guru pengampu Matematika.
Kepala SMAN 1 Taman, Ibu Dewi Nurmalasari,M.Pd menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan inovatif ini. Beliau menegaskan pentingnya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa melupakan akar budaya daerah. “Kami sangat mengapresiasi terobosan dalam program ART-MATIKS ini. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi modern seperti AI dan konsep matematika yang abstrak justru bisa menjadi sarana untuk mencintai kearifan lokal batik Sidoarjo. Pembelajaran seperti inilah yang kita butuhkan: melatih murid berpikir kritis, bernalar matematis, sekaligus bangga akan identitas budayanya. Harapannya, semangat berinovasi ini terus tumbuh dan menginspirasi mata pelajaran lainnya”.
Laporan dan foto : bu Icha
Komentar Terbaru