Oleh : Luluk Yusniah, S.Pd
Kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun karakter Siswa. Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Ulangan Harian Bahasa Inggris (English Daily Exam) di sekolah kita Smanita. Bukan sekadar menguji penguasaan materi, kegiatan ulangan harian kali ini dikemas secara unik untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan anti-korupsi sejak dini dari hal terkecil di ruang kelas.
Untuk memastikan suasana ujian yang kondusif dan menjunjung tinggi transparansi, ulangan dilaksanakan dalam dua sesi berdasarkan nomor absen ganjil dan genap. Menariknya, penentuan sesi mana yang memulai ujian terlebih dahulu tidak dilakukan secara sepihak oleh guru, melainkan melalui undian suit yang diwakili oleh perwakilan siswa absen ganjil dan genap. Momen sederhana ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga mengajarkan prinsip keadilan dan keterbukaan sebelum lembar ujian dibuka.
Teknik pembagian sesi dan penentuan giliran ini diterapkan sebagai langkah nyata melatih kejujuran siswa. Untuk menjaga tingkat objektivitas dan meminimalkan celah kecurangan, pelaksanaan ujian dikembalikan menggunakan metode berbasis kertas (paper-based test). Selain itu, seluruh siswa diwajibkan menyimpan dan meletakkan handphone mereka di rak/tempat HP yang telah disediakan di dalam kelas sebelum ujian dimulai. Dengan skenario ini, integritas siswa benar-benar diuji untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri tanpa bergantung pada jawaban teman maupun bantuan teknologi secara tidak jujur. Dalam skala kecil, menolak untuk mencontek dan mematuhi aturan adalah bentuk latihan nyata dari gerakan anti-korupsi.
Di sisi lain, kualitas soal yang disajikan pun tidak main-main. Sebanyak 35 soal tipe literasi dirancang khusus untuk melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking). Tipe soal ini disiapkan serupa dengan standar Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dengan alokasi waktu yang terbatas—hanya 1 jam pelajaran (45 menit) per sesi—para siswa dituntut untuk fokus, mengelola waktu secara efektif, serta mencerna teks Bahasa Inggris secara mendalam.
Pelaksanaan English Daily Exam ini membuktikan bahwa penilaian akademik dan pembentukan karakter dapat berjalan seiring. Melalui 35 soal literasi dan ujian kejujuran selama 1 jam pelajaran, para siswa tidak hanya disiapkan menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dan berintegritas tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Komentar Terbaru