Kamis, 24 Sep 2026
  • SELAMAT DATANG di Official Site SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Jawa Timur

Kokurikuler “Daun untuk Kehidupan”: SMAN1TA Ajarkan Siswa Membuat Kompos dan Biopori

Daun yang gugur sering kali dianggap sebagai sampah. Namun, di tangan peserta didik SMAN 1 Taman Sidoarjo, daun justru menjadi sumber pembelajaran yang bernilai. Melalui kegiatan kokurikuler bertema “Daun untuk Kehidupan”, para siswa diajak memahami cara mengelola sampah organik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dibuka di Graha Smanita, Kamis (24/9/2026) ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni pembuatan kompos dan pembuatan biopori. Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik.

Kepala SMAN 1 Taman Sidoarjo, ibu Dewi Nurmalasari, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kokurikuler bukan sekadar menyelesaikan tugas ataupun menghasilkan proyek semata.

“Kegiatan kokurikuler ini bukan sekadar menyelesaikan tugas atau membuat proyek, tetapi bagaimana membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur ibu Dewi.

Menurutnya, pendidikan yang baik tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap dan kebiasaan positif yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sesi pembuatan kompos, materi disampaikan oleh ibu Nanik Mudji Astutik, M.Pd. Peserta didik dikenalkan pada cara mengolah daun dan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sumber kehidupan.

Sementara itu, pada kelompok pembuatan biopori, materi disampaikan oleh bapak Yupiter Sulifan, M.Psi. Siswa mendapatkan pemahaman mengenai manfaat biopori sebagai sarana mempercepat resapan air ke dalam tanah sekaligus tempat pengolahan sampah organik.

Biopori menjadi solusi sederhana yang memiliki banyak manfaat. Selain membantu mengurangi genangan air saat musim hujan, lubang biopori juga dapat diisi sampah organik yang selanjutnya akan terurai menjadi kompos alami.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dilakukan melalui pengalaman langsung. Peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga memahami hubungan antara manusia dan lingkungan melalui praktik nyata.

Tema “Daun untuk Kehidupan” menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana di sekitar kita memiliki manfaat besar apabila dikelola dengan baik. Dari daun yang jatuh hingga lubang biopori di tanah, semuanya mengajarkan tentang kepedulian, tanggung jawab, dan keberlanjutan.

Melalui kokurikuler ini, SMAN 1 Taman Sidoarjo terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan.

Buku Saku Pembuatan Biopori (1) Buku Saku Pembuatan Kompos (1)

Laporan dan foto : Tim Kokurikuler

KELUAR