SMAN 1 Taman (SMANITA) secara resmi membuka kegiatan kokurikuler bagi peserta didik kelas XII semester ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula Grha SMANITA. Mengusung tema “Harmoni dalam Perbedaan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan kolaborasi melalui media seni, khususnya paduan suara.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat dan dijadikan modal untuk membangun bangsa.
“Dalam keberagaman ada kesatuan yang harus dijaga. Bukan terpecah belah melainkan bersatu untuk kemajuan bangsa dengan menunjukkan prestasi akademis maupun nonakademis,” tegas Dewi Nurmalasari di hadapan seluruh peserta.
Menurutnya, tema yang diangkat pada kegiatan kokurikuler kali ini sangat relevan dengan kehidupan peserta didik yang berasal dari latar belakang, karakter, dan potensi yang beragam. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, serta mengembangkan bakat dan minat secara optimal.
Sebagai narasumber, Yudisianto Cahyo Wibisono, S.Kom., guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang juga dikenal sebagai seorang pemusik, mengajak peserta memahami makna paduan suara tidak hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan.
Pria yang akrab disapa Pak Antok menjelaskan bahwa paduan suara merupakan perpaduan berbagai karakter suara yang menghasilkan harmoni ketika setiap penyanyi menjalankan perannya dengan baik.
“Paduan suara atau kor adalah musik yang terdiri dari sekelompok penyanyi yang menyanyikan lagu bersama-sama. Biasanya, suara-suara tersebut dibagi menjadi beberapa jenis nada, seperti sopran, alto, tenor, dan bas, untuk menciptakan harmoni yang indah,” jelas Pak Antok di hadapan siswa kelas XII.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan paduan suara sebagai miniatur kehidupan bermasyarakat. Setiap jenis suara memiliki karakteristik yang berbeda, namun seluruhnya saling melengkapi untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Tidak ada satu suara pun yang lebih penting dibandingkan suara lainnya. Kesuksesan sebuah paduan suara justru ditentukan oleh kemampuan seluruh anggotanya dalam menjaga kekompakan, disiplin, dan saling mendengarkan.
Melalui materi tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk meraih tujuan bersama. Sebaliknya, perbedaan menjadi sumber kekuatan ketika setiap individu mampu menghargai dan berkolaborasi dengan orang lain.
Kegiatan kokurikuler ini diharapkan tidak hanya meningkatkan apresiasi siswa terhadap seni musik, tetapi juga menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, berkebinekaan global, kreatif, dan bernalar kritis. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik kelas XII dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat “Harmoni dalam Perbedaan”, SMANITA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kokurikuler yang bermakna, menyenangkan, sekaligus membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan dalam keberagaman serta terus berprestasi demi kemajuan bangsa.
Tim laporan dan foto : tim Humas dan Kokurikuler
Komentar Terbaru