Oleh : Dewi Nurmalasari
1. Pengertian Energi Aktivasi (Ea)
Energi aktivasi (Ea) adalah energi minimum yang harus dimiliki partikel pereaksi agar reaksi kimia dapat terjadi. Ketika dua partikel bertumbukan, tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi. Tumbukan hanya efektif jika:
Jika energi partikel lebih rendah dari energi aktivasi, maka mereka hanya saling bertumbukan dan tidak bereaksi.
mereka hanya saling bertumbukan dan tidak bereaksi.
2. Mekanisme Energi Aktivasi
Selama reaksi kimia berlangsung, partikel pereaksi akan melewati tahap keadaan transisi (activated complex) — yaitu kondisi di mana ikatan lama mulai melemah dan ikatan baru mulai terbentuk. Energi yang dibutuhkan untuk mencapai keadaan transisi inilah yang disebut energi aktivasi (Ea). Setelah melewati puncak energi tersebut, sistem melepaskan energi untuk membentuk produk yang lebih stabil.
3. Grafik Energi Reaksi
Grafik energi reaksi menunjukkan perubahan energi potensial selama reaksi berlangsung dari pereaksi, keadaan transisi, hingga produk
Reaksi Eksoterm
Reaksi yang melepaskan energi ke lingkungan. Contoh: pembakaran, netralisasi asam–basa. Energi produk lebih rendah daripada pereaksi. ΔH (perubahan entalpi) bernilai negatif. Sebagian energi dilepaskan ke lingkungan (misalnya dalam bentuk panas). Meskipun reaksi melepas energi, tetap memerlukan energi awal (Ea) untuk memulai reaksi.
Reaksi Endoterm
Reaksi yang menyerap energi dari lingkungan. Contoh: fotosintesis, dekomposisi kalsium karbonat. Energi produk lebih tinggi daripada pereaksi. ΔH bernilai positif. Reaksi memerlukan suplai energi terus-menerus (misalnya panas atau cahaya). Energi aktivasi relatif lebih besar dibanding reaksi eksoterm.
4. Pengaruh Katalis terhadap Energi Aktivasi
Katalis adalah zat yang mempercepat reaksi kimia tanpa habis bereaksi. Katalis bekerja dengan menyediakan jalur reaksi alternatif yang memiliki energi aktivasi lebih rendah. Pada grafik energi, katalis menurunkan puncak energi aktivasi (Ea) tetapi tidak mengubah posisi energi pereaksi dan produk. (dewi)
Sumber Pustaka:
Munaspriyanto, 2022. KIMIA SMA/MA XI. Jakarta: Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Moenandar Ismunaryo, 2018. Teori Kimia Dasar 1. Jakarta: Bina Prestasi Insani
Pertucci Ralph H, 1999. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi 4. Jakarta: Penerbit Erlangga
Komentar Terbaru