Upaya meningkatkan literasi dan edukasi digital di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film Cyberbullying yang diikuti seluruh kepala sekolah serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan nobar tersebut digelar di Cinepolis City of Tomorrow (CITO) Surabaya, Rabu (7/1/2026). Selain sebagai sarana edukasi digital, kegiatan ini juga menjadi bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui media film yang dinilai mampu menyentuh aspek kognitif dan emosional peserta.
Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada nota dinas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Nomor 000.1.5/0051/101.6.25/2026 tentang pemutaran film edukatif bertema literasi digital dan pencegahan perundungan siber di satuan pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa penggunaan media film merupakan metode yang cukup efektif dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif, khususnya di era digital yang sangat visual seperti saat ini.
“Film memiliki kekuatan cerita dan visual yang mampu menggugah kesadaran. Melalui film Cyberbullying ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru BK dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dampak perundungan siber terhadap peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, maraknya penggunaan media sosial di kalangan pelajar perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat tentang etika digital, empati, serta tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang maya. Guru BK diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus cyberbullying di sekolah.
Selain pemutaran film, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan diskusi antarpeserta untuk memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. Nilai-nilai seperti saling menghargai, tanggung jawab, serta kepedulian sosial menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo berharap sekolah-sekolah semakin siap menghadapi tantangan era digital serta mampu melindungi peserta didik dari dampak negatif teknologi informasi, khususnya perundungan siber yang kian marak terjadi.
Berikut ini sinopsis dari film Cyberbullying :
Cyberbullying merupakan film drama remaja disutradarai oleh sineas muda Indonesia, Syarif Fadillah. Karya rumah produksi DL Entertainment ini menyoroti sisi gelap media sosial., film ini mengambil lokasi syuting di Makassar untuk menangkap suasana yang dekat dengan keseharian remaja.
Film Cyberbullying (2025) ini berfokus pada kisah Neira Kanjera, siswi SMP berusia 13 tahun yang cerdas dan populer, hidup dalam “kesempurnaan”, berprestasi, aktif di media sosial, dan disukai banyak teman. Namun segalanya berubah ketika sebuah video viral menuduhnya melakukan hal tak pantas. Hujatan publik dan perundungan daring membuat Neira terpuruk, menutup diri, dan kehilangan semangat hidup. Ia bahkan tidak mau sekolah karena merasa malu. Ia merasa tidak ada yang benar-benar peduli padanya dan meminta para pelaku untuk melakukan saja apa pun yang mereka mau sampai puas menyakitinya.
Demi memulihkan keadaan, ia dipindahkan ke rumah Kakek Mansyur di pinggiran kota. Bersama Tante Rani dan teman-teman barunya, Neira belajar arti gotong royong dan kemandirian lewat taman baca dan klub Spelling Bee untuk anak-anak sekitar. Ketika harapan mulai tumbuh dan Neira siap berlomba kembali, video lama itu muncul lagi, menguji keteguhan hatinya.
Cyberbullying adalah kisah tentang kehancuran dan penyembuhan, keberanian untuk bangkit, serta perjuangan seorang remaja menemukan suaranya di tengah dunia digital yang kejam.
Film ini berfungsi sebagai edukasi dan ajakan untuk merefleksikan dampak dunia digital, menekankan bahwa kata-kata dan tindakan di media sosial bisa melukai secara nyata, serta mengajarkan tentang ketahanan diri, pengampunan, dan harapan yang bisa tumbuh dari kesulitan.
Laporan dan foto : Yupiter Sulifan dan Fatkhul Hibat
Komentar Terbaru