Tim Kokurikuler beserta kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, M.Pd foto bareng siswa dengan pupuk kompos produksinya.
Kegiatan Kokurikuler di SMAN 1 Taman terus menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada tahun ini, peserta didik kelas X Fase E mengusung tema “Daun untuk Kehidupan”, sebuah program yang berfokus pada pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos bernilai jual.
Pembekalan oleh Narasumber
Program dimulai sejak September 2025 dengan pemberian materi dan praktik pembuatan pupuk kompos oleh narasumber, Ibu Nanik Mudjiastutik, M.Pd. Dalam pembekalan tersebut, siswa dikenalkan pada berbagai jenis limbah organik seperti daun kering, kulit buah, dan sisa sayuran yang dapat diolah menjadi pupuk alami ramah lingkungan.
Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung mulai dari proses pencacahan bahan, pengaturan kelembapan, fermentasi, hingga pemantauan tingkat kematangan kompos.
Pemantauan Rutin oleh Tim Kokurikuler
Selama dua bulan setengah, siswa kelas X bekerja dalam kelompok untuk mengolah kompos secara mandiri. Mereka melakukan pengecekan rutin, pengadukan, hingga penambahan bahan jika diperlukan. Tim Kokurikuler melakukan monitoring mingguan untuk memastikan kualitas dan keseragaman hasil di setiap kelompok.
Menurut Pembina Kokurikuler, Ibu Dewi Nurmalasari, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Siswa diajari mendaur ulang sampah organik agar menjadi pupuk bernilai jual. Ini keterampilan yang bermanfaat, baik untuk lingkungan maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Yanto, serta Direktur Kokurikuler, Ibu Tanti, turut memberikan dukungan penuh atas terlaksananya program ini. Keduanya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bekal nyata bagi peserta didik dalam memanfaatkan limbah secara bijak.
“Peserta didik diharapkan mampu menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ibu Tanti.
Gelar Karya dan Penilaian Produk Kompos
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 19 November 2025, melalui Gelar Karya Penilaian Kokurikuler. Setiap kelas dibagi menjadi 12 kelompok, dengan masing-masing kelompok memproduksi satu kantong pupuk kompos sehingga satu kelas menghasilkan 12 produk kompos siap kemas.
Pada hari penilaian, Ibu Dewi Nurmala Sari bersama Tim Kokurikuler dan Ibu Nanik Mudjiastutik selaku penilai utama berkeliling untuk menilai hasil karya siswa. Produk pupuk telah dikemas rapi dan dinilai berdasarkan kualitas fermentasi, kebersihan, kerapian kemasan, dan konsistensi tekstur.
Kegiatan Kokurikuler pembuatan pupuk kompos ini tidak hanya menampilkan kreativitas peserta didik, tetapi juga menunjukkan komitmen SMAN 1 Taman dalam menanamkan kepedulian lingkungan dan pembelajaran berbasis proyek. Melalui program “Daun untuk Kehidupan”, siswa berhasil mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat bernilai ekonomi—sebuah langkah kecil namun bermakna menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Laporan Luluk Yusniah)
Komentar Terbaru