Mengisi akhir pekan dengan kegiatan spiritual, rombongan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA Negeri 1 Taman (SMANITA) melaksanakan perjalanan rihlah/religi ke makam Wali Lima di wilayah Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 peserta ini bertujuan untuk memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa untuk warga besar Smanita khususnya bagi kesuksesan para murid.
Perjalanan spiritual ini direncanakan secara maraton dengan mengunjungi lima makam aulia besar secara berurutan, dimulai dari pesisir utara Jawa hingga berakhir di Kota Surabaya.
1. Makam Sunan Drajat (Lamongan) : Rombongan mengawali rihlah dengan berziarah ke makam Sunan Drajat. Doa bersama dipimpin oleh Gus Hibat (guru TIK). Perjalanan religi awal ke Lamongan untuk menapak tilasi perjuangan dakwah Sunan Drajat yang terkenal dengan filosofi sosial dan kearifan lokalnya.
2. Sunan Bonang di pusat kota Tuban. Di lokasi ini, suasana khusyuk langsung terasa saat rombongan melantunkan tahlil dan kalimah tayyibah yang dipimpin oleh Gus Hibat.
3. Mbah Syekh Asmoroqondi di Palang, Tuban. Salah satu makam Aulia yang terletak di pinggir pantai utara Tuban ini terkenal dengan kewaliannya. Ayah dari Sunan Ampel ini di kawasan makamnya ada sumur yang dipercaya airnya membawa keberkahan bagi peminumnya. Dan banyak peziarah yang datang membawa wadah untuk dibawa pulang air dari sumur ini. Sebelum doa bersama, rombongan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah dengan imam Abah Hisbulloh. Doa bersama di makam Mbah Asmoroqondi ini masih dipimpin oleh Gus Hibat.

4. Makam Syech Maulana Ishaq adalah persinggahan ke empat dalam rihlah kali ini. Masih dipimpin oleh Gus Hibat, doa-doa yang dipanjatkan terasa begitu mendalam.
5. Memasuki wilayah Surabaya, GTK SMANITA bersimpuh di makam spiritual Walisongo, Sunan Ampel, menghayati awal mula penyebaran Islam di tanah Jawa wilayah Surabaya. Doa tahlil masih dipimpin oleh Gus Hibat.
Ya makam Sunan Ampel (Surabaya) menjadi tempat terakhir rihlah. Perjalanan religi ini ditutup secara khidmat di jantung kota Surabaya, yakni di kawasan cagar budaya Makam Sunan Ampel.
Selain sebagai sarana taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT melalui wasilah ziarah para kekasih-Nya, rihlah kali ini membawa misi khusus yang menyentuh hati. Di setiap pusara wali yang dikunjungi, rombongan GTK SMANITA secara khusus melangitkan doa untuk seluruh warga terutama murid SMANITA, terkhusus para siswa kelas XII yang kini tengah bersiap menghadapi uji Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Kami berharap barakah dari rihlah atau perjalanan spiritual ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar-guru, tetapi juga menjadi pengetuk pintu langit agar murid kami, khususnya kelas XII, diberikan kemudahan, ketenangan, dan kelulusan dengan hasil terbaik dalam ujian TKA nanti,” ujar Abah Hisbulloh salah seorang koordinator rombongan di sela-sela ziarah.
Perjalanan yang berlangsung seharian penuh ini berjalan dengan lancar dan penuh kenangan. Rombongan kembali pulang membawa ketenangan batin sekaligus optimisme baru demi mengawal masa depan generasi muda SMANITA.
Laporan dan foto: tim Humas
Komentar Terbaru