Rabu, 24 Jul 2024
  • SELAMAT DATANG di Official Site SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Jawa Timur

Homogenitas Kelas Berdasar Tipe Gaya Belajar

 

Oleh : Fajar Nugraha, M.Psi., Guru BK SMA Negeri 1 Taman

Tahun pelajaran 2022/2023 telah dimulai sejak satu bulan yang lalu, seluruh siswa dari berbagai jalur masuk sekolah baik negeri maupun swasta telah aktif sekolah. Pelajaranpun sudah dilakukan dengan metode tatap muka dikarenakan pandemi covid-19 yang sudah bertransformasi menjadi endemi, akan tetapi tetap berhati-hati dengan menggunakan masker di lingkungan sekolah atau diluar sekolah.

Pada tahun ajaran baru ini dengan kurikulum terbaru yang wajib dilaksanakan oleh beberapa sekolah di Sidoarjo pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Kurikulum ini bernama kurikulum merdeka. Dalam kurikulum baru ini guru BK bertugas untuk lebih mengetahui bakat dan minat siswa, gaya belajar siswa, dan keinginan siswa supaya siswa bisa mandiri dan sukses di masa depannya.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak lain dalam pengerjaan tes psikologi dengan lembaga psikologi yang kompeten dan memiliki ijin, serta dapat mengungkap data dari siswa yang bersangkutan dengan valid dan lebih terpercaya. Hasil dari tes psikologi tersebut dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kelas pada kelas X di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar dengan suasana yang tenang, ada yang belajar sambil mendengarkan musik, ada yang belajar sambil praktek, ada pula yang lebih suka belajar cukup dengan membaca buku saja. Dengan referensi belajar yang berbeda ini, maka setiap siswa memiliki cara belajar efektif yang berbeda antara satu dengan yang  lain. Untuk memudahkan proses belajar mengajar, maka guru harus mengetahui terlebih dulu macam dari gaya belajar tersebut.

Menurut https://codemi.co.id/gaya-belajar-visual-auditori-dan-kinestetik, tiga gaya belajar tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Gaya Belajar Visualadalah cenderung fokus pada penglihatan. Belajar dengan gaya belajar visual menggunakan indra mata dalam mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, serta membaca media. Tipe visual biasanya akan lebih nyaman belajar dengan mengakses citra visual yang menonjol berupa paduan warna, garis, maupun bentuk.

Karakteristik tipe visual biasanya imajinatif karena dapat mengingat gambaran skenario yang kompleks melalui gambar ataupun video. Grafik, diagram, peta, flowchart akan jauh memudahkan tipe visual dalam belajar. Orang dengan gaya belajar ini terkadang juga susah untuk memahami instruksi verbal dibandingkan tertulis. Kemampuan dalam menggunakan indra penglihatan yang lebih membuat tipe visual cenderung mudah terganggu atau terdistraksi melalui rangsangan visual seperti pop-up notification, duduk di samping jendela, dan lainnya.

  1. Gaya Belajar Auditori, adalah orang-orang yang mengandalkan pendengaran dalam menangkap informasi termasuk dalam tipe auditori. Pernahkah kamu dapat mengulang pembicaraan orang lain atau guru ketika menjelaskan materi dengan mudah? Mungkin gaya belajarmu adalah auditori karena dapat mengingat hal-hal yang pernah kamu dengar dengan baik dan jelas.

Tipe auditori sangat mudah mengikuti instruksi verbal dibandingkan instruksi-instruksi tertulis. Orang-orang dengan gaya belajar ini juga lebih sensitif dengan nada, suara, dan ritme. Tipe auditori lebih mudah belajar dengan kembali mengulang dan membicarakan hal-hal yang ingin diingat. Akan tetapi, tipe yang satu ini cukup mudah terdistraksi di tengah kebisingan.

  1. Gaya Belajar Kinestetik,adalah metode belajar yang banyak melibatkan gerakan. Tipe yang satu ini akan mudah mengingat informasi dengan langsung mempraktekannya dibanding hanya mendengarkan atau membaca teori. Langsung menyentuh objek yang dipelajari akan membantu tipe kinestetik.

Tipe kinestetik cenderung merasa nyaman mengekspresikan diri secara fisik seperti dalam pertunjukan atau tari. Terkoordinasi secara fisik serta pandai olah raga dapat menjadi salah satu kelebihannya. Belajar dengan mencoret-coret atau menggambar akan memudahkan orang-orang dengan gaya belajar kinestetik. Akan tetapi, biasanya mereka mudah gelisah apabila terlalu lama berdiam di suatu tempat.

Pembedaan kelas menurut tiga tipe gaya belajar tadi seharusnya bisa mempermudah proses belajar mengajar karena homogenitas siswa dalam menerima pelajaran sehingga diharapkan siswa bisa berkembang secara optimal dalam meraih cita-cita yang diinginkan sesuai dengan kemampuan yang ada dalam dirinya.

Untuk kelas dengan tipe gaya belajar visual, guru bisa menyusun materi dalam bentuk powerpoint dan video yang bisa dibuat sendiri ataupun dengan mengambil dari internet, menggunakan bagan atau gambar dengan berbagai warna.

Untuk kelas dengan tipe gaya belajar auditori, guru bisa menjelaskan suatu materi dengan mendetail dan memerintahkan siswa yang bersangkutan untuk merekamnya menggunakan alat perekam yang dibawa dari rumah masing-masing siswa, serta guru bisa memerintahkan siswa untuk membaca buku text supaya siswa memahami materi tersebut.

Sedangkan untuk kelas dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, guru bisa mempraktikkan langsung materi apa yang ingin guru ajarkan atau bisa menggunakan gerakan tubuh, dengan melakukan percobaan-percobaan di laboratorium, pengamatan langsung di lapangan, permainan-permainan yang menggugah motivasi untuk berprestasi, dan hal lainnya yang mengutamakan gerak tubuh.

Aplikasi dari hal ini juga tergantung dari sumber daya yang ada di sekolah, baik sarana prasarana juga tenaga pendidiknya. Apakah sudah memadai, mencukupi untuk keperluan mendidik siswa yang ada di sekolah tersebut.

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR